Di Mana Letak Hoi An Vietnam?
Belakangan ini, Vietnam telah menjadi salah satu kekuatan baru dalam peta pariwisata Asia Tenggara. Negara sosialis ini dengan cepat berubah menjadi salah satu penantang “kekuatan klasik” pariwisata di kawasan ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Hal ini ditunjang oleh banyaknya opsi tempat-tempat ciamik di Vietnam yang tersebar dari utara hingga selatan. Orang Indonesia pun mulai banyak yang menyambangi negara tetangga kita ini. Namun, kebanyakan orang kita mampir ke Hanoi yang berada di utara atau Saigon yang terletak di selatan. Sedangkan wilayah Vietnam tengah (Central Vietnam) relatif belum familier untuk traveler Indonesia. Padahal Central Vietnam punya banyak banget tempat wisata yang bisa dimasukkan ke itinerary kita, lho. Salah satu favorit saya adalah Hoi An. Kota yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Champa ini berjarak sekitar 30 km dari Da Nang, kota terbesar di Central Vietnam yang menjadi hub untuk wilayah Negeri Paman Ho bagian tengah. Dari Da Nang, terdapat transportasi umum berupa bus dengan waktu perjalanan sekitar 45-60 menit. Sedangkan bila sobat dari Hanoi, seperti yang saya lakukan, maka pilihan transportasinya adalah bus langsung dengan waktu perjalanan sekitar 14 jam atau kereta menuju Da Nang terlebih dahulu. Saya memilih opsi dengan sleeper bus dengan tujuan menghemat waktu perjalanan. Bus berangkat dari Hanoi Southern Bus Terminal sekitar pukul 18.00 waktu setempat dan tiba di Hoi An sekitar pukul 13.00. Terdengar cukup lama memang, namun kualitas sleeper bus di Vietnam cukup oke, kok. Plus umumnya dapat jatah 1x makan juga. Namun, sebelum memilih perusahaan bus, ada baiknya melakukan riset dulu, ya. Atau kalau mau lebih aman bisa juga book di 12go.asia
Tempat Wisata di Hoi An yang Wajib Dikunjungi
Sebagai kota yang masuk dalam UNESCO World Heritage Town, suasana di kota ini sangat nyaman dan tenang. Jalanan kecil yang dilalui oleh pejalan kaki dan diapit oleh bangunan-bangunan klasik bergaya oriental-french colonial mengingatkan saya pada Luang Prabang. Ya, Hoi An dan slow pace-nya seakan membawa kita kembali ke jaman dahulu. Jauh dari ruwetnya jalanan Jakarta atau Hanoi, sangat tidak mengherankan kalau kota yang berdekatan dengan Kota Hue ini mendapat predikat World’s Best Award 2025 oleh Travel + Leisure. Lalu, bagaimana cara menikmati kota slow living ini?
Japanese Brigde (Chua Cau)
Sejarah didirikannya jembatan ini adalah karena pada abad ke-16, para saudagar Jepang mulai bermukim di kota kecil ini. Seiring berjalannya waktu, kelompok saudagar ini membutuhkan suatu jembatan yang dapat menghubungkan permukiman mereka dengan daerah sekitarnya. Oleh karena itu, didirikanlah suatu jembatan pada tahun 1595. Kemudian, pada tahun 1653, didirikanlah suatu kuil yang terletak di atas jembatan. Tujuan kuil tersebut dibangun adalah sebagai bentuk persembahan kepada Namazu, monster yang dapat mengendalikan gempa. Seiring berjalannya waktu, telah banyak renovasi yang dilakukan terhadap jembatan tersebut, yang menghasilkan perpaduan arsitektur Jepang, China, dan Vietnam. Saat ini, jembatan ini telah menjelma menjadi salah satu objek wisata terkenal di Hoi An.

The Legendary Banh Mi Phuong
Belum lengkap rasanya kalau ke Vietnam belum mencicipi makanan khas negeri sosialis ini. Vietnam sangat terkenal dengan kulinernya yang mendunia, seperti pho, bun cha, hingga banh mi. Khusus untuk yang terakhir ini merupakan adopsi dari penjajah mereka, Prancis. Ya, kuliner ini menggunakan roti baguette yang diisi dengan daging, sayur, dan bumbu-bumbu lainnya. Sekilas memang mirip sandwich. Sebenarnya makanan ini bisa ditemukan di seluruh penjuru Vietnam, namun menurut saya salah satu yang paling enak adalah di Hoi An. Nama tokonya adalah Banh Mi Phuong yang berada di gang kecil Kota Tua Hoi An. Walaupun begitu, tempat ini selalu dipadati pengunjung. Saking terkenalnya rumah makan ini, Anthony Bourdain sampai pernah mampir untuk menjajal menu mereka. Harga untuk seporsi banh mi berkisar 30.000-40.000 VND, tergantung isi dan topping tentunya. Untuk jam operasionalnya mulai dari 6.30 pagi hingga 21.00 malam.
Tips: Perlu diperhatikan bahwa Banh Mi Phuong menyajikan hidangan tidak halal karena mengandung olahan daging babi.



Explorasi Kota Tua
Area kota tua Hoi An merupakan daerah seluas 60 km2, namun di daerah ini ada banyak sekali spot foto yang instagramable. Cara terbaik untuk mengeksplorasinya adalah dengan berjalan kaki atau dengan sepeda yang banyak disewakan. Waktu terbaik untuk berkeliling di kawasan yang pada abad ke-15 hingga 19 disulap menjadi pelabuhan dagang ini adalah saat sore hari. Warna lembayung senja berpadu dengan lentera-lentera yang mulai berpijar, memberikan kesan romantis. Pastinya hasil jepretan siap tampil di feed Instagram kita, dong!




Menikmati Lentera
Setelah matahari terbenam pun, Hoi An seakan tidak pernah kehabisan pesonanya. Tampilan kota bergaya klasik ini bahkan semakin menawan dengan ribuan lenteranya. Menurut saya, ini merupakan sisi Hoi An yang paling menarik. Hampir setiap sudut di kota, terutama yang berada di sekitar aliran sungai, memasang lentera yang semakin memeriahkan malam di kota yang memiliki aura romantis. Cocok banget untuk menghabiskan waktu bersama si doi 😉.



FAQ Seputar Hoi An
1. Di mana letak Hoi An Vietnam?
Hoi An adalah kota tua yang terletak di Vietnam bagian tengah (Central Vietnam). Kota ini berjarak sekitar 30 km dari Da Nang dan dapat ditempuh sekitar 45–60 menit perjalanan darat. Opsi lain adalah dengan menggunakan bus malam dari Hanoi.
2. Bagaimana cara menuju Hoi An?
Cara paling mudah menuju Hoi An adalah terbang ke Da Nang terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 45–60 menit menggunakan bus, shuttle, atau taksi. Dari Hanoi atau Ho Chi Minh City juga tersedia sleeper bus dan kereta menuju Da Nang.
3. Apa yang terkenal dari Hoi An?
Hoi An terkenal dengan kota tuanya yang masuk daftar UNESCO World Heritage Site, lentera warna-warni yang menghiasi jalanan pada malam hari, serta kuliner khas Vietnam seperti banh mi.
4. Apa saja tempat wisata populer di Hoi An?
Beberapa tempat wisata populer di Hoi An antara lain Japanese Bridge (Chua Cau), Hoi An Old Town, pasar malam Hoi An, serta kawasan sungai yang dihiasi lentera saat malam hari.
5. Kapan waktu terbaik mengunjungi Hoi An?
Waktu terbaik untuk mengunjungi Hoi An adalah pada sore hingga malam hari ketika lentera mulai dinyalakan dan suasana kota menjadi sangat romantis. Sedangkan untuk periode terbaik adalah selama bulan Februari hingga April.

No responses yet