Apa Itu dan Bagaimana Cara ke Vang Vieng?
Sekilas tentang Vang Vieng: suatu kota kecil di Laos yang terkenal dengan pemandangan karst dan aktivitas petualangan seperti kayaking, tubing, dan hiking. Terletak sekitar 120 km dari Vientiane, kota ini menjadi salah satu destinasi favorit backpacker di Asia Tenggara.
Vang Vieng. Nama yang mungkin jauh dari kata familier bagi sebagian besar orang Indonesia. Sepertinya mendengar kata Laos saja paling hanya saat even sepak bola AFF atau SEA Games, apalagi Vang Vieng yang sepertinya cukup sulit dilafalkan. Saya sendiri baru mengetahui destinasi ini pada saat browsing tempat-tempat wisata di negara bekas jajahan Prancis tersebut. Wajar saja, karena wisata Laos sepertinya sangat identik dengan Luang Prabang, yang memang charming banget, sih. Tapi ternyata ada satu destinasi lain di Laos bagian utara yang tidak kalah menariknya, bahkan menurut saya menjadi highlight dari perjalanan saya ke negara Indochina ini. Destinasi tersebut adalah Vang Vieng, kota kecil yang terletak sekitar 120 km dari Ibu kota Laos, Vientiane. Untuk mencapai kota ini, bila dari Vientiane atau Luang Prabang, kita bisa menggunakan bus atau kereta cepat Laos-China (LCR). Namun, opsi paling cepat dan nyaman adalah dengan menggunakan LCR, mengingat kondisi jalan Vang Vieng-Luang Prabang yang, menurut laporan, tidak terlalu kondusif.
Untuk menjajal Woosh-nya Laos, simak tips-nya di sini ya.
Saya mengambil rute Luang Prabang-Vang Vieng menggunakan kereta cepat. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam dan sangat nyaman. Mendekati kota Vang Vieng, kita akan disuguhi landskap batu karst, yang memang merupakan trademark dari kota yang berpenduduk hanya sekitar 25.000 juta jiwa ini. Pengalaman saya selama di Laos, kita tidak akan sendirian kalau naik LCR dan berhenti di hot destination, seperti Vientiane, Luang Prabang, dan Vang Vieng. Akan banyak sekali yang turun bersama kita di stasiun-stasiun tersebut, jadi jangan khawatir nyasar atau diculik. Sesampainya di Stasiun Vang Vieng, kita bisa menuju kota dengan menggunakan tuk-tuk atau bus hijau. Karena saya malas tawar-menawar dengan babang tuk-tuk, akhirnya saya memutuskan menggunakan bus hijau dengan biaya 30.000 LAK. Mudah saja, bukan?
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan di kota yang pernah menjadi party hub ini?

Menikmati Nam Song River
Vang Vieng merupakan suatu kota yang terletak di tepi sungai Nam Song. Kota ini merupakan kota kecil, sehingga rasanya tidak akan kesulitan untuk menemukan Sungai Nam Song ini. Dari sisi kota, akan terlihat sungai dengan latar belakang pegunungan karst dari kejauhan. Kalau kita datang saat senja, gambaran siluet pegunungan karst dengan latar belakang warna lembayung langit akan menciptakan pemandangan yang tidak terlupakan. Selain itu, terdapat suatu jembatan kayu yang dapat digunakan oleh pengendara sepeda motor dan pejalan kaki untuk menyebrang sungai. Jembatan ini juga menawarkan view yang tidak kalah ciamiknya, lho.
Kalau sudah bosan dan ingin memacu sedikit adrenalin, di sini juga terdapat penyewaan kayak. Saat saya datang pada sore hari, cukup banyak wisatawan yang baru selesai kayaking. Kalau memang suka aktivitas ini, sepertinya sungai ini bisa menjadi medan yang cukup menantang karena arusnya cukup deras. Selain itu, dahulu daerah ini sangat terkenal dengan aktivitas tubing (leyeh-leyeh di sungai sambil naik balon). Pada masa itu, alkisah banyak backpacker yang party dan menenggak minuman keras sembari bersantai di atas balon mengikuti arus. Hal inilah yang membuat Vang Vieng dikenal sebagai salah satu banana pancake trail. Namun, hal tersebut berubah pada tahun 2011, ketika 27 turis meninggal dunia akibat tubing dalam keadaan mabuk. Oleh karena itu, saat ini aktivitas tubing sudah lebih diawasi oleh otoritas setempat. Saran saya, kalau ingin mencoba aktivitas permainan di sungai, sebaiknya hindari dalam keadaan mabuk, karena arus sungai cukup deras.

Blue Lagoon
Belum puas dengan aktivitas permainan air? Bisa juga sedikit melipir ke luar kota untuk mencapai laguna yang berjumlah enam buah. Sejatinya, ini merupakan kolam alami yang berisi air berwarna turquoise akibat adanya kandungan kalsium karbonat, seperti air di air terjun Kuang Si. Walaupun di luar sana ada banyak sekali kolam-kolam alami seperti itu, namun yang paling terkenal sebanyak 6 buah. Secara keseluruhan, posisi kolam-kolam tersebut seperti membuat bentuk loop. Lagoon yang terkenal dan ramai dikunjungi adalah lagun nomor 1, yang juga terletak dekat Nam Xay Viewpoint. Untuk mencapainya bisa menggunakan sepeda motor atau buggy car yang banyak disewakan di pusat kota. Harga karcis masuknya berkisar 10.000–20.000 KIP, bergantung pada tiap laguna.
Nam Xay Viewpoint
Nah, menurut saya, ini adalah gongnya kunjungan saya ke Vang Vieng. Nam Xay Viewpoint merupakan puncak berketinggian sekitar 400 mdpl, namun dari sini kita bisa melihat pemandangan yang sangat spektakuler! Untuk menuju Nam Xay, cara terbaik adalah dengan menggunakan sepeda motor yang banyak disewakan. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar 20 menit, dengan jarak tempuh sekitar 10 km. Sepanjang perjalanan terdapat petunjuk jalan yang cukup jelas. Sesampainya di pintu gerbang, kita harus membayar karcis masuk seharga 20.000 LAK. Untuk motor, di Vang Vieng saya belum pernah menemukan tukang parkir, jadi seharusnya memang tidak ada biaya parkir.

Selanjutnya, kita harus mendaki menuju puncak. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 30 hingga 45 menit dengan medan yang menurut saya cukup sulit. Pada awal pendakian, terdapat tangga. Namun, semakin lama hanya terdapat bebatuan dengan ukuran yang besar. Tidak jarang kita harus memegang pepohonan untuk membantu mendaki. Oleh karena itu, banyak yang tidak menyarankan untuk mendaki Nam Xay pada saat hujan, karena bisa menjadi sangat licin dan berlumpur. Tentu saja keselamatanmu yang utama, dong (unch!). Namun, sesampainya di puncak, semua rasa letih tersebut seolah terbayar lunas! Bird’s-eye view kota Vang Vieng dengan susunan gunung karst-nya mengundang decak kagum. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat pagi atau sore hari. Tapi jika berkunjung pada sore hari, perhatikan juga jam turunnya, ya, karena dalam keadaan gelap, medan tersebut bisa menjadi sangat berbahaya. Saya sendiri memilih untuk mendaki pada pagi hari, tepatnya untuk mengejar sunrise. Dan benar saja, cahaya matahari yang berangsur terbit diiringi kabut dan balon udara yang mulai mengudara di tengah lautan gunung karst menciptakan momen magis! Oleh karena itu, menurut saya Nam Xay merupakan puncak dari perjalanan saya ke Vang Vieng. Di sini kita juga bisa berfoto dengan sepeda motor yang saya bingung bagaimana dan siapa yang meletakkannya.



Kesimpulan
Jadi, kalau kamu mencari destinasi di Laos yang tidak hanya indah tapi juga penuh petualangan, Vang Vieng adalah jawabannya. Dari sungai Nam Song hingga Nam Xay Viewpoint, semuanya menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan.
FAQ Vang Vieng Laos
1. Di mana lokasi Vang Vieng di Laos?
Vang Vieng adalah kota kecil di Laos yang terletak sekitar 120 km di utara ibu kota Vientiane, dan berada di jalur antara Vientiane dan Luang Prabang.
2. Bagaimana cara ke Vang Vieng dari Vientiane atau Luang Prabang?
Cara tercepat dan paling nyaman menuju Vang Vieng adalah dengan kereta cepat Laos-China Railway (LCR) dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Alternatif lain adalah menggunakan bus, namun perjalanan bisa lebih lama karena kondisi jalan yang berkelok.
3. Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di Vang Vieng?
Beberapa aktivitas populer di Vang Vieng antara lain menikmati pemandangan di Sungai Nam Song, kayaking, tubing, mengunjungi Blue Lagoon, serta hiking ke Nam Xay Viewpoint untuk panorama pegunungan karst.
4. Apakah Blue Lagoon Vang Vieng worth it untuk dikunjungi?
Ya, Blue Lagoon sangat worth it karena menawarkan kolam alami dengan air berwarna turquoise yang jernih. Tempat ini cocok untuk berenang, bersantai, dan menikmati suasana alam.
5. Apakah Nam Xay Viewpoint sulit didaki?
Pendakian ke Nam Xay Viewpoint tergolong menantang dengan durasi sekitar 30–45 menit. Medannya cukup curam dan berbatu, sehingga disarankan menggunakan sepatu yang nyaman dan menghindari pendakian saat hujan.
6. Berapa biaya masuk tempat wisata di Vang Vieng?
Biaya masuk tempat wisata di Vang Vieng relatif murah. Tiket masuk Blue Lagoon berkisar antara 10.000–20.000 kip, sementara Nam Xay Viewpoint sekitar 20.000 kip.
7. Kapan waktu terbaik mengunjungi Vang Vieng?
Waktu terbaik mengunjungi Vang Vieng adalah saat musim kemarau antara November hingga April, ketika cuaca cerah dan ideal untuk aktivitas outdoor seperti hiking dan kayaking.
8. Apakah tubing di Vang Vieng masih aman?
Tubing masih tersedia, namun kini lebih diawasi oleh otoritas setempat. Wisatawan disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol saat melakukan aktivitas ini karena arus sungai cukup deras.

No responses yet