Pengalaman Traveling ke Laos untuk Traveler Indonesia

famous motorbike viewpoint at Nam Xay Vang Vieng Laos

Apakah Laos Aman untuk Traveler Indonesia?

“Hah, lo beneran ke Laos? Emangnya aman?”

Jujur saja, ini salah satu pertanyaan yang paling banyak mendarat di telinga saya saat saya mengabarkan orang-orang mengenai rencana ke Laos. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Banyaknya kabar mengenai scam center di Kamboja, Laos, dan Myanmar sedikit banyak menumbuhkan benih-benih keresahan ketika kita mendengan nama-nama negara tetangga kita tersebut. Saking banyaknya diterpa pertanyaan semacam itu, saya pun sebenarnya cukup gugup di awal perjalanan. Sampai akhinya bus antar negara (Bangkok-Vientiane) berhenti di perbatasan kedua negara. Aura mencekam semakin terasa setelah saya meninggalkan imigrasi Thailand. Dari sini kita harus melalui jembatan persahabatan (friendship bridge) yang berdiri di atas Sungai Mekong. Setelah itu, gerbang imigrasi Lao PDR (People’s Democratic Republic) sudah terlihat, lengkap dengan bendera negaranya serta bendera palu arit. Benar saja, ketakutan saya pun menjadi kenyataan ketika saya diminta pungli sebesar 20 THB dengan alasan biaya stamp fee. Sebagai orang Indonesia yang sudah cukup sering menghadapi drama birokrasi perjalanan, saya pun mengendus modus itu, dan berhasil lolos tanpa membayar sepeser pun. Sebagai catatan, praktik semacam ini pernah juga saya temui di imigrasi Kamboja saat menyebrang dari Vietnam.

Setelah itu, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Luang Prabang dan selanjutnya Vang Vieng selama satu minggu. Hasilnya? Di luar dugaan, saya merasa jauh lebih aman di Luang Prabang dan Vang Vieng dibanding di Jakarta. Bahkan saya sempat ditertawakan orang lokal karena memakai ransel di depan tubuh (posisi yang biasa dilakukan di Jakarta sebagai antisipasi maling, begal, jambret, dan sejenisnya). Untuk scam pun, selama kita menggunakan transportasi resmi dan rutin menanyakan harga di awal, harusnya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi, tetap gunakan common sense, ya. Because low crime doesn’t mean no crime!

Namun, ada beberapa catatan. Menurut keterangan dari orang lokal, di beberapa tempat di Laos, ada daerah tertentu yang disulap menjadi kasino. Daerah di sekitar golden triangle yang berbatasan dengan Myanmar dan Thailand dicurigai sebagai salah satunya. Nah, inilah yang harus dihindari! Intinya tetap kunjungi destinasi yang lazim dikunjungi turis, dan jauhi hasrat untuk masuk ke daerah-daerah gelap. Selain itu, menurut laporan masih banyak daerah di Laos yang masih mengandung ranjau darat. Ya, negara ini dikenal sebagai salah satu negara yang paling banyak dibom saat Perang Dunia II. Oleh karena itu, tidak heran kalau masih ada sisa-sisa “kenangan” masa lampau tersebut. Untuk menghindarinya mudah saja, jangan sok ide untuk eksplorasi ke daerah yang belum terjamah.

Apakah Laos Menarik?

Menurut saya, negara bekas jajahan Perancis ini merupakan destinasi yang underrated banget, terutama bagi traveler Indonesia. Saat saya menyusun rencana perjalanan, hanya sedikit informasi yang bisa saya peroleh dari traveler Indonesia. Sebagian besar informasi berasal dari traveler internasional. Padahal, negara ini memiliki pesona alam yang tidak kalah kerennya dibandingkan dengan Indonesia (gak deh, Indonesia tetap juara pastinya!). Sebagai contoh, kota Luang Prabang masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Sites. Di sini ternyata banyak sekali traveler internasional menikmati suasana kota dengan arsitektur peninggalan Perancis yang dipadu dengan desain khas Indochina. Di tambah pemandangan Sungai Mekong saat senja, ah syahdunya…

Luang Prabang old town with French colonial architecture UNESCO World Heritage Site in Laos
Suatu senja di Luang Prabang, Laos

Tidak jauh dari pusat kota Luang Prabang, terdapat air terjun yang menurut saya salah satu yang terindah. Air terjun itu tak lain adalah Kuang Si Waterfall. Keindahan air terjun dengan sistem punden berundak ini semakin bertambah dengan warna airnya yang turquoise karena mengandung kalsium karbonat.

Kuang Si Waterfall multi tier turquoise waterfall in Luang Prabang Laos
The majestic Kuang Si Waterfall

Bosan dengan kehidupan Luang Prabang yang slow living dan ingin sedikit percikan adrenalin? Cukup melipir ke kota Vang Vieng. Sejatinya ini adalah kota kecil, tapi tidak dengan pesonanya! Juaranya menurut saya adalah Nam Xay! Kalau sobat pernah melihat foto sepeda motor di atas tebing dikelilingi pengunungan batu karst, nah, itulah dia Nam Xay. Untuk mencapainya memang tidak semudah itu. Kita harus mendaki selama kurang lebih 30 menit dengan medan berbatu yang sangat curam. Tapi, effort tersebut terbayar kontan saat melihat pemandangan hamparan sawah dan hutan yang dikelilingi pegunungan batu karst. Pada pagi atau sore hari, pemandangan semakin spektakuler dengan adanya siluet balon udara yang mulai mengudara menyongsong matahari.

famous motorbike viewpoint at Nam Xay Vang Vieng Laos
Salah satu pemandangan paling spektakuler di Laos

Bagaimana Living Cost di Laos?

Sebagai salah satu negara dengan GDP paling rendah di ASEAN, surprisingly biaya hidup di Laos tidak murah, lho. Saya tidak paham juga faktornya apa, entah karena mereka banyak menggunakan barang impor atau memang harga yang dimark-up untuk wisatawan, yang jelas untuk beberapa harga, terutama harga makanan siap saji, saya rasa lebih mahal dibandingkan negara tetangganya, seperti Thailand atau Vietnam. Untuk harga bensin pun jauh lebih mahal, yaitu 27.000 LAK, atau sekitar Rp 22.800,-. Untuk akomodasi, untungnya tersedia hostel (yang pastinya lebih fulus-friendly) maupun resor bintang lima.

Untuk transportasi dalam kota, umumnya tersedia rental sepeda motor dengan harga berkisar 200.000 LAK per hari (sekitar Rp 150.000,-) atau angkuta umum resmi yang harganya terjangkau. Sedangkan untuk transportasi antar kota, terutama rute-rute touristy, seperti Vientiane-Vang Vieng-Luang Prabang, tersedia kereta cepat. Diresmikan pada tahun 2021 berkat kerja sama Laos-China, kereta LCR (Laos China Railway) ini merupakan “Woosh”-nya negara dengan mata uang Kip ini. Dengan harga yang cukup terjangkau, kereta super cepat ini menjadi salah satu alternatif moda transportasi selain bus tentunya.

FAQ Traveling ke Laos

Apakah orang Indonesia perlu visa ke Laos?
Tidak. WNI bisa masuk ke Laos tanpa visa selama 30 hari.

Apakah Laos aman untuk traveler?
Secara umum Laos termasuk negara yang relatif aman, terutama di kota wisata seperti Luang Prabang dan Vang Vieng.

Apakah Laos mahal?
Biaya hidup di Laos sedikit lebih tinggi dibanding Vietnam atau Thailand untuk beberapa kategori seperti makanan dan bahan bakar.



CATEGORIES

LAOS

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *