Cara ke Laos dari Bangkok (Pesawat, Bus, Kereta) + Tips 2026

Overnight bus from Bangkok to Vientiane parked at Mo Chit Bus Terminal

Pilihan Transportasi ke Laos

Ingin ke Laos dari Bangkok tapi masih bingung untuk memilih moda transportasi? Tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu sesuaikan dengan budget dan waktu perjalanan. Mulai dari pesawat yang cepat, bus yang ekonomis, hingga kereta yang lebih santai.

Cara ke Laos dari Bangkok:

  • Pesawat: ±1 jam (paling cepat)
  • Bus: 10–12 jam (paling murah)
  • Kereta: 12–15 jam (paling santai)

Artikel ini akan membahas semua opsi terbaik agar kamu bisa memilih rute yang paling cocok untuk sobat traveler.

Kenapa ke Laos?

Oke, sebelum terjun lebih dalam, saya ingin membahas sedikit mengenai Laos, negara di Asia Tenggara yang merupakan bekas jajahan Prancis. Medapat kemerdekaan pada tahun 1975, negara Indochina ini relatif kurang terdengar di kancah dunia pariwisata ASEAN. Banyak faktor mungkin, tapi menurut seorang warga negara Thailand yang saya jumpai, dahulu perjalanan ke Laos cukup memacu adrenalin karena sistem pemerintahannya yang sosialis, sehingga menimbulkan kesan intimidatif. Namun, sekarang Laos sudah jauh berbenah, ujarnya. Saya pun berkesempatan menjajal negara tetangga Thailand ini, dan menyaksikan keindahannya!

Penasaran di Laos ada apa saja? Yuk intip pesona Negeri Sejuta Gajah ini!

Menurut saya, Laos ini benar-benar worth it untuk dikunjungi. Jadi, kalau sobat berada di Thailand, khususnya Bangkok, dan ingin mencoba destinasi yang anti-mainstream, Laos bisa banget dijadikan alternatif karena cukup mudah dijangkau dari ibu kota Negeri Gajah Putih. Untuk pilihan transportasi ke Laos, yuk kita ulas satu per satu.

Pesawat (Paling Cepat)

Cara tercepat untuk ke Laos adalah dengan pesawat. Dari Bangkok, terdapat dua rute menuju Laos, yaitu Bangkok-Vientiane dan Bangkok-Luang Prabang. Opsi ini jelas menjadi waktu yang paling cepat. Waktu tempuh antara ibu kota kedua negara sejauh 600 km ini hanya menghabiskan 1 jam saja. Oleh karena itu, opsi ini merupakan pilihan yang paling cocok untuk mereka yang memiliki itinerary padat. Maskapai yang melayani rute Bangkok-Vientiane adalah Thai Airways, Lao Airlines, dan AirAsia. Sedangkan Bangkok Airlines, Lao Airlines, dan AirAsia melayani rute Bangkok-Luang Prabang, kota yang tercantum dalam UNESCO World Heritage Site.

Namun, kekurangan opsi ini adalah harganya yang mahal. Sebagai contoh, harga penerbangan Bangkok-Vientiane dapat mencapai kisaran Rp 1.500.000,- hingga Rp 2.000.000,- sekali jalan dengan waktu tempuh hanya sekitar 1 jam saja. Hal ini dikatakan dipengaruhi oleh pajak dan avtur Laos yang lebih mahal dibading negara-negara tetangganya. Oh, mirip sekali dengan Indonesia kita tercinta ini, pikir saya. Oleh karena itu, selama perjalanan saya ke Laos, saya tidak memilih opsi penerbangan.

Bus (Paling Ekonomis)

Opsi lain yang lebih bersahabat di kantong adalah jalur darat dengan menggunakan bus antar negara. Kabar baiknya, setiap hari terdapat dua jadwal bus dengan trayek ini, yaitu pukul 16.00 dan 20.00 waktu Bangkok (tidak terdapat perbedaan waktu antara Bangkok, Vientiane, dan Jakarta). Waktu tempuh dengn bus berkisar 10 hingga 12 jam, sehingga sangat cocok untuk menghemat waktu dan biaya penginapan. Tiket dapat dibeli di terminal Morchit secara langsung dengan harga 900 THB, atau jika ingin membeli lebih awal bisa melalui website andalah, yaitu 12go.asia! Saya berkesempatan menjajal bus malam ini, dan menurut saya cukup nyaman dengan harga yang ditawarkan. Di tengah perjalanan (sekitar pukul 23.00), kita akan berhenti sejenak di rest area dan mendapat makanan. Lumayan juga servicenya. Selain itu, di dalam bus juga disediakan makanan ringan dan selimut, mengingat suhu di dalam bus yang bisa menjadi sangat dingin, terutama pada tengah malam hingga subuh. Oleh karena itu, ada baiknya untuk membawa jaket, ya.

Overnight bus from Bangkok to Vientiane parked at Mo Chit Bus Terminal
Bus antar kota antar negara dengan trayek Bangkok-Vientiane

Opsi ini merupakan salah satu opsi yang menjadi favorit bagi kaum backpacker, karena selain cukup ekonomis, kita bisa menghemat waktu perjalanan. Bayangkan saja, bangun-bangun kita sudah berada di Nong Khai, checkpoint di sisi Thailand. Setelah melakukan pemeriksaan imigrasi, kita akan melewati Friendship Bridge dengan menggunakan bus yang sama. Setelah itu, kita harus turun lagi untuk melewati imigrasi Laos. Apabila berhasil lolos dari imigrasi Laos, kita sudah ditunggu oleh bus yang sama (setiap kali, ya?) untuk selanjutnya menuju perhentian akhir, Vientiane Central Terminal. Estimasi waktu tiba adalah pukul 08.00 pagi untuk bus keberangkatan pukul 20.00. Dari sini, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Vang Vieng atau kota-kota lainnya. Untuk yang berencana melanjutkan perjalanan menggunakan kereta cepat (Lao China Railway/LCR), juga tersedia shuttle bus yang siap mengantar kita menuju stasiun kereta. Yang unik, bus di Laos hampir seluruhnya berwarna hijau dan merupakan bantuan dari Jepang, Korea, atau China.

Friendship Bridge crossing between Thailand and Laos by international bus
Pagi dari Friendship Bridge Thailand-Laos
green bus of vientiane central station laos
Penampakan bus kota Vientiane di Vientiane Central Station

Kereta (Paling Seru)

Opsi perjalanan darat lainnya adalah dengan menggunakan kereta. Namun, jangan bayangkan keretanya adalah kereta cepat. Bentuknya kurang lebih mirip kereta KAI, atau bahkan lebih jelek sedikit. Setiap hari, terdapat jadwal keberangkatan dari Bangkok Aphiwat Central Station (dekat Chatuchak) pukul 21.30 dan akan tiba di Nong Khai pada pukul 08.00 pagi hari berikutnya. Setelah melewati pos perbatasan, kereta akan melanjutkan perjalanan ke destinasi akhirnya, yaitu Vientiane Khamsavath Station. Di sini kita harus berhadapan dengan pos imigrasi Laos sebelum diperkenankan menginjakkan kaki di negara tersebut secara resmi.

Tiket kereta dapat dibeli secara online melalui website https://dticket.railway.co.th/

Tersedia tiga kelas, yaitu kelas 3 dengan kipas angin, kelas 2 dengan AC, dan kelas 1 dengan sleeper berth-nya. Harganya tentu saja bergantung pada kelas yang kita pilih. Perjalanannya memakan waktu sekitar 12-15 jam, dan selama perjalanan kereta akan berhenti di beberapa stasiun untuk menaikkan dan menurunkan penunpang. Fasilitas yang didapat adalah peminjaman selimut yang akan dibagikan oleh petugas, karena suhu di dalam kereta memang sangat dingin, terutama pada tengah malam hingga subuh. Oleh karena itu, bagus juga untuk membawa jaket. Oh ya, apabila memilih opsi kereta ini, kita tidak mendapat bonus makanan, seperti halnya perjalanan dengan bus tadi. Opsi ini juga cukup banyak diminati oleh kaum backpacker karena menawarkan harga yang paling murah apabila memilih kelas tiga dengan kipas angin. Selamat mencoba, and enjoy the land of a million elephants!

Interior of second class sleeper train in Thailand railway
Penampakan interior second class train.
Train arriving at Vientiane Khamsavath railway station Laos
Sabaidee! Sampai juga di Vientiane Khamsavath Station.

FAQ Cara ke Laos dari Bangkok

Apakah bisa ke Laos dari Bangkok tanpa pesawat?
Bisa. Kamu bisa menggunakan bus atau kombinasi kereta dan transport darat melalui perbatasan.

Berapa lama perjalanan dari Bangkok ke Laos?
Tergantung transportasi: pesawat sekitar 1–1,5 jam, bus 10–14 jam, dan kereta + lanjut sekitar 12–15 jam.

Apa rute paling populer ke Laos?
Rute paling umum adalah Bangkok ke Vientiane melalui Nong Khai.

Mana yang paling murah ke Laos dari Bangkok?
Bus adalah pilihan paling ekonomis dibanding kereta atau pesawat.

CATEGORIES

LAOS

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *